Kurawal.id, Tenggarong – Desa Wisata Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berhasil mencatat prestasi membanggakan dengan menembus lima besar dalam ajang Lomba Desa Wisata Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2025.
Prestasi ini diumumkan setelah tim penilai dari Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim menyelesaikan tahap presentasi dan paparan indikator dari seluruh peserta lomba.
Desa Sumber Sari dinilai layak bersanding dengan empat desa/kampung wisata unggulan lainnya di Kalimantan Timur, yaitu:
- Kampung Wisata Pringgondani (Kota Balikpapan)
- Kampung Wisata Bontang Baru Bersinar (Kota Bontang)
- Desa Wisata Tanjung Batu (Kabupaten Berau)
- Desa Wisata Batu Majang/Bagen Tawai (Kabupaten Mahakam Ulu)
Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, menyampaikan rasa syukur atas capaian ini.
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras bersama antara Pemerintah Desa dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dewi Arum, yang selama ini aktif mengembangkan potensi wisata lokal secara bertahap.
“Ini pencapaian yang luar biasa bagi kami. Masuk lima besar saja sudah sangat kami syukuri. Artinya, desa kami diakui memiliki potensi wisata yang cukup menjanjikan,” kata Sutarno, Senin (25/8/2025).
Sutarno menjelaskan bahwa dalam tahap sebelumnya, Pokdarwis Dewi Arum telah memaparkan berbagai indikator capaian desa wisata di hadapan tim penilai.
Presentasi tersebut meliputi potensi atraksi wisata, kelembagaan, promosi digital, inovasi program, serta partisipasi masyarakat.
“Kami sudah paparkan semuanya. Mulai dari kekayaan alam dan pertanian, aktivitas agrowisata, hingga peran aktif masyarakat dalam mendukung pengembangan pariwisata di desa,” tambahnya.
Dengan masuk lima besar, Desa Sumber Sari akan segera mengikuti tahap penilaian lapangan, di mana tim juri akan datang langsung untuk menilai kesiapan infrastruktur, fasilitas, program, serta dampak pariwisata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Target kami tidak muluk-muluk. Kami tidak mematok harus juara 1, karena ini masih tahap awal bagi kami dalam mengikuti ajang seperti ini. Tapi kalau bisa masuk tiga besar, tentu akan menjadi bonus yang luar biasa,” ujar Sutarno.
Menurutnya, tantangan utama dalam pengembangan desa wisata adalah soal konsistensi dan peningkatan kualitas layanan.
Oleh karena itu, pasca masuk lima besar, Pemerintah Desa bersama Pokdarwis kini fokus membenahi dan mempersiapkan area wisata, termasuk sarana penunjang seperti jalur akses, informasi publik, dan fasilitas pengunjung.
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Dewi Arum, Dedy, mengungkapkan bahwa keikutsertaan Sumber Sari dalam lomba desa wisata ini telah menjadi pemicu semangat warga untuk semakin peduli terhadap potensi desanya.
“Awalnya kami ragu, tapi setelah terlibat dalam proses ini, warga jadi antusias. Sekarang banyak yang ikut gotong royong membersihkan dan memperindah lokasi wisata, bahkan mulai membuat produk kerajinan khas desa,” katanya.
Adapun sektor wisata yang menjadi unggulan Desa Sumber Sari antara lain wisata edukasi pertanian, kebun agrowisata buah dan tanaman herbal, hingga atraksi wisata alam yang memanfaatkan potensi persawahan dan kegiatan perdesaan.
Pihak desa juga mulai membangun jaringan promosi dengan mengoptimalkan media sosial dan platform digital lainnya untuk memperluas daya jangkau wisatawan.
Dengan persiapan yang matang dan semangat kolaboratif yang tinggi, Desa Wisata Sumber Sari kini optimistis menyambut penilaian lapangan.
Apapun hasil akhirnya, desa ini telah membuktikan bahwa semangat gotong royong dan inovasi lokal mampu membawa perubahan besar bagi pengembangan pariwisata perdesaan di Kukar. (*)





