Hujan Tak Surutkan Semangat, Pemuda Jahab Kibarkan Merah Putih di Lapangan Becek

Minggu, 17 Agustus 2025 08:56 WITA

Kurawal.id, Tenggarong– Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025), menjadi momentum penuh makna bagi masyarakat Kelurahan Jahab, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Meski langit murung dan hujan rintik-rintik turun sejak pagi, semangat masyarakat untuk mengibarkan bendera Merah Putih tidak tergoyahkan.

Lapangan milik PT Budi Duta Agro Makmur (BDAM) di KM 8 Tenggarong–Kota Bangun dipenuhi lumpur.

Namun di tempat itulah, para pemuda dari SMP Negeri 5 Tenggarong berdiri tegap, mengenakan seragam putih-putih, dengan langkah mantap menjalankan tugas sebagai pasukan pengibar bendera.

“Langkah tegap maju, jalan,” suara komando lantang terdengar, memecah suasana hening. Di bawah rinai hujan, derap langkah para pelajar itu berpadu dengan tatapan bangga ratusan warga yang hadir.

Tak ada raut gentar, hanya kesungguhan anak-anak muda yang ingin memberi penghormatan terbaik bagi negeri.

Bendera Merah Putih pun perlahan naik, basah oleh tetes hujan, namun tetap berkibar gagah. Sorak kecil terdengar dari warga, sebagian mengusap mata mereka yang berkaca-kaca.

Momen mengharukan itu sempat terekam video dan beredar di media sosial. Banyak warganet menyampaikan apresiasi, menyebut upacara di Jahab sebagai bukti nyata semangat kebangsaan tak bisa dilemahkan cuaca.

Namun ada juga yang menyayangkan kondisi lapangan yang berlumpur, mengira pemerintah setempat abai.

Kabar tersebut segera diklarifikasi Lurah Jahab, Laoren Sirenden. Ia menegaskan, lapangan yang digunakan merupakan fasilitas pinjaman dari PT BDAM dan sudah menjadi lokasi rutin upacara tiap tahun.

“Kita dipinjamkan lapangan itu, dan tiap tahun memang di situ upacaranya. Semua unsur kelurahan, sekolah, hingga perusahaan ikut serta. Jadi bukan karena tidak ada perhatian pemerintah,” jelas Laoren.

Laoren mengakui kondisi lapangan memang becek karena hujan yang turun sejak dini hari.

Namun ia menekankan, para petugas yang merupakan siswa-siswi terbaik SMPN 5 Tenggarong tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Mereka luar biasa, tidak sedikit pun mengeluh. Justru tetap tersenyum dan bangga bisa bertugas,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang telah mendukung fasilitas, juga kepada para guru, orang tua, dan warga yang hadir memberi semangat kepada anak-anak yang bertugas.

Upacara di Jahab menjadi simbol kebersamaan. Meski sederhana, acara itu melibatkan berbagai unsur masyarakat: pemerintah kelurahan, perusahaan, pelajar, tokoh masyarakat, hingga warga yang datang dengan penuh antusias.

Hujan dan lumpur justru menambah kesan mendalam. Warga merasa momentum ini mengingatkan mereka pada perjuangan para pahlawan, yang tidak pernah menyerah meski menghadapi rintangan berat.

“Upacara ini sudah menjadi rutinitas kami tiap tahun. Semoga menumbuhkan semangat anak-anak untuk terus mengabdi bagi daerah dan bangsa,” tutup Laoren.

Peristiwa kecil di Jahab ini memberi pesan besar: kemerdekaan bukan hanya tentang kemewahan seremonial, melainkan tentang keteguhan hati.

Dari lapangan becek dan rinai hujan, pemuda-pemudi Jahab menunjukkan bahwa semangat Merah Putih tetap berkibar, tak peduli apa pun halangan di depan mata. (*)

Bagikan:
Berita Terkait