Kurawal.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan dukungan penuh terhadap percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis nasional di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Kukar akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mengawal pelaksanaan program ini agar berjalan optimal dan tepat sasaran.
Asisten I Sekretariat Daerah Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, mengatakan pembentukan Satgas MBG ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.
“Seperti yang ditegaskan Mendagri, daerah harus aktif mendukung percepatan program MBG. Pembentukan Satgas ini akan memastikan koordinasi teknis yang efektif antara BGN dan pemerintah daerah. Pemkab Kukar siap menjalankannya,” ujar Taufik, Senin (14/7/2025).
Taufik menjelaskan, Mendagri memberikan keleluasaan bagi kepala daerah untuk menentukan siapa yang akan memimpin Satgas.
Bisa Sekretaris Daerah (Sekda) atau pejabat tertentu, asalkan mendapat kewenangan penuh dan mampu mengoordinasikan pelaksanaan program di lapangan.
Sebagai dukungan, BGN telah menyiapkan daftar contact person dari seluruh provinsi, kabupaten, dan kota, lengkap dengan nomor telepon dan alamat email.
Saluran komunikasi ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk menjalin koordinasi cepat dan tepat dalam pelaksanaan program.
Selain pembentukan Satgas, setiap daerah diminta segera menentukan lokasi dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pemilihan lokasi harus mempertimbangkan kondisi geografis, aksesibilitas, dan pemerataan distribusi makanan bergizi untuk peserta didik.
“Di Kukar, kami akan menyesuaikan titik lokasi dengan kondisi wilayah agar distribusi makanan bergizi bisa menjangkau seluruh sasaran dengan baik,” kata Taufik.
Program MBG yang mulai berjalan sejak Januari 2025 bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA.
Kehadiran Satgas diharapkan memperkuat pengawasan, memastikan standar gizi terpenuhi, dan mengoptimalkan distribusi agar manfaat program dirasakan merata di semua wilayah.
Taufik menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari perencanaan, pengadaan, hingga distribusi dan evaluasi.
“Satgas akan menjadi motor penggerak sekaligus pengawas di lapangan, sehingga pelaksanaan MBG di Kukar sesuai target pemerintah pusat,” pungkasnya. (*)





