Menekan Kemiskinan di Kukar: Dari Angka ke Perubahan Nyata di Masyarakat

Rabu, 5 Maret 2025 01:06 WITA

Kurawal.id, Tenggarong– Di sudut sebuah desa di Kutai Kartanegara (Kukar), Warsinah (47) tersenyum puas melihat hasil panennya. Tahun lalu, ia kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga karena harga pupuk mahal dan cuaca tak menentu.

Namun, dengan adanya bantuan dari pemerintah berupa subsidi pupuk dan pelatihan pertanian, panennya kini lebih melimpah.

“Dulu kami cuma pasrah kalau hasil panen jelek, tapi sekarang ada bimbingan dari pemerintah. Saya juga dapat bantuan bibit yang berkualitas. Alhamdulillah, hasilnya jauh lebih baik,” ujarnya penuh syukur, Rabu (5/3/2025).

Warsinah hanyalah satu dari ribuan warga Kukar yang merasakan dampak dari berbagai program pengentasan kemiskinan.

Tak hanya di sektor pertanian, upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan juga merambah ke sektor lain seperti perikanan, UMKM, hingga pelatihan kerja bagi anak muda.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Kukar turun sebanyak 1.857 jiwa pada tahun 2024, dari 60.857 jiwa pada 2023 menjadi 59.000 jiwa. Persentase tingkat kemiskinan juga berkurang dari 7,61 persen menjadi 7,28 persen.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menyebut angka ini bukan sekadar statistik, tetapi mencerminkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa perjuangan belum selesai.

“Penurunan angka kemiskinan ini adalah hasil kerja keras bersama. Namun, kami tidak boleh berpuas diri. Masih banyak yang harus dilakukan agar angka ini terus turun dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” katanya.

Strategi Menyasar Akar Kemiskinan

Pemkab Kukar telah menyiapkan berbagai strategi lanjutan untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan. Beberapa langkah utama yang akan dilakukan antara lain:

✅ Memperluas Program Padat Karya
Program ini membuka lapangan kerja bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan proyek-proyek infrastruktur berbasis tenaga kerja lokal, masyarakat bisa memperoleh pendapatan sambil berkontribusi membangun daerahnya.

✅ Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Keterampilan
Anak muda yang tidak melanjutkan pendidikan formal akan didorong untuk mengikuti pelatihan keterampilan, sehingga mereka bisa lebih mudah mendapatkan pekerjaan atau merintis usaha sendiri.

✅ Dukungan untuk Petani, Nelayan, dan UMKM
Selain subsidi pupuk dan pelatihan pertanian, pemerintah juga memberikan akses modal bagi pelaku usaha kecil. Hal ini dilakukan agar mereka bisa berkembang dan memiliki daya saing lebih tinggi di pasar.

✅ Peningkatan Infrastruktur di Wilayah Terpencil
Keterbatasan akses menjadi salah satu penghambat kemajuan ekonomi masyarakat di desa-desa terpencil. Oleh karena itu, pembangunan jalan, jembatan, serta fasilitas dasar lainnya akan dipercepat agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

✅ Pemanfaatan Data Terpadu untuk Program yang Tepat Sasaran
Dengan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan BPS, bantuan dan program pengentasan kemiskinan akan lebih terarah dan tepat sasaran, sehingga benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Keberhasilan menekan angka kemiskinan ini mendapat apresiasi dari banyak pihak. Tidak hanya masyarakat penerima manfaat, tetapi juga dari berbagai kalangan akademisi dan pemerhati sosial.

Pemkab Kukar menargetkan, dengan strategi lanjutan ini, tingkat kemiskinan bisa terus menurun hingga di bawah 7 persen pada tahun 2025.

Jika program-program ini berjalan sesuai rencana, masa depan Kukar yang lebih sejahtera bukan lagi sekadar impian, tetapi menjadi kenyataan yang bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. (*)

Bagikan:
Berita Terkait