Pabrik Bahan Peledak di Muara Badak, Sekda Kukar Dukung Investasi untuk Ekonomi Daerah

Senin, 3 Maret 2025 12:37 WITA

Kurawal.id, Tenggarong– Di hamparan lahan luas Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, kini berdiri sebuah pabrik yang diharapkan menjadi tonggak baru bagi industri manufaktur dan pertambangan di Kutai Kartanegara (Kukar).

Pabrik bahan peledak milik PT Trifita Deto Muara Badak (TDMB) telah resmi beroperasi, membawa harapan akan pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mengurangi ketergantungan nasional terhadap impor detonator.

Kehadiran pabrik ini disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Kukar. Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengungkapkan bahwa investasi senilai Rp200 miliar ini adalah langkah maju bagi pengembangan industri di Kalimantan Timur, khususnya di sektor pertambangan dan jasa industri pendukungnya.

“Pabrik ini tidak hanya berkontribusi pada industri nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar,” ujar Sunggono, Senin (3/3/2025).

Dengan luas mencapai 25 hektare, pabrik ini akan menjadi salah satu fasilitas produksi detonator terbesar di kawasan timur Indonesia.

Tak hanya berorientasi pada industri besar, kehadiran pabrik ini juga diharapkan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

Lapangan Kerja dan Dampak Ekonomi

Salah satu manfaat terbesar dari kehadiran pabrik ini adalah pembukaan lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal.

Setidaknya 130 tenaga kerja akan terserap dalam berbagai sektor operasional pabrik, mulai dari teknisi produksi, logistik, hingga pengelolaan lingkungan.

Menurut Hery Kusnanto, Presiden Direktur PT TDMB, pihaknya akan mengutamakan perekrutan pekerja dari wilayah Kalimantan Timur, khususnya dari Muara Badak dan sekitarnya.

“Kami ingin masyarakat setempat bisa merasakan manfaat langsung dari investasi ini. Selain membuka lapangan pekerjaan, kami juga akan menggandeng pengusaha lokal untuk berbagai layanan pendukung, seperti katering, transportasi, dan perawatan lingkungan,” jelasnya.

Bagi warga Muara Badak, kehadiran pabrik ini memberi harapan baru. Adi (32), seorang warga lokal, mengungkapkan antusiasmenya terhadap peluang kerja yang terbuka.

“Selama ini, banyak anak muda di sini yang harus merantau ke luar kota untuk bekerja. Dengan adanya pabrik ini, kami punya kesempatan untuk bekerja lebih dekat dengan rumah dan keluarga,” katanya.

Selain itu, kehadiran industri ini juga akan menghidupkan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) di sekitar pabrik.

Warung makan, jasa transportasi, hingga toko-toko perlengkapan industri diprediksi akan ikut berkembang, menciptakan efek domino yang positif bagi perekonomian lokal.

Meningkatkan Kemandirian Industri

Sebagaimana diketahui, Indonesia selama ini masih bergantung pada impor bahan peledak, terutama untuk kebutuhan pertambangan batu bara, migas, dan industri konstruksi. Dengan adanya pabrik ini, diharapkan ketergantungan tersebut bisa dikurangi.

“Saat ini, kebutuhan detonator di Indonesia masih banyak yang diimpor. Dengan adanya pabrik ini, industri tambang kita bisa lebih mandiri dan efisien,” jelas Hery Kusnanto.

Produksi dari pabrik ini akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan industri tambang di Kalimantan Timur dan wilayah sekitarnya, yang merupakan salah satu pusat pertambangan terbesar di Indonesia.

Dengan suplai yang lebih stabil, industri pertambangan bisa mengurangi biaya operasional dan mempercepat proses produksi mereka.

Selain itu, PT TDMB juga menjamin bahwa produksi bahan peledak ini akan mengikuti standar keselamatan dan lingkungan yang ketat, sehingga operasional pabrik tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

Di tengah isu lingkungan yang sering kali menyertai industri bahan peledak dan pertambangan, PT TDMB berkomitmen untuk menerapkan prinsip industri ramah lingkungan.

Beberapa langkah yang akan diimplementasikan untuk memastikan keberlanjutan proyek ini antara lain:
✅ Sistem pengelolaan limbah yang ketat untuk mencegah pencemaran lingkungan
✅ Zona hijau di sekitar pabrik guna menjaga keseimbangan ekosistem
✅ Pelatihan keselamatan kerja bagi tenaga kerja lokal
✅ Kerja sama dengan pemerintah daerah dalam program CSR untuk masyarakat sekitar

Pihak PT TDMB juga telah melakukan kajian dampak lingkungan (AMDAL) untuk memastikan bahwa operasional pabrik tetap selaras dengan standar keberlanjutan yang berlaku.

“Kami ingin proyek ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga menjadi contoh bagaimana industri bahan peledak bisa beroperasi dengan aman dan berkelanjutan,” ujar Hery Kusnanto.

Bagi Pemkab Kukar, hadirnya investasi seperti ini adalah titik awal untuk menjadikan daerah ini sebagai pusat industri manufaktur yang lebih maju.

Dengan semakin banyaknya proyek besar yang masuk, harapannya Kukar bisa lebih mandiri dan tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan sebagai sumber pendapatan utama.

Sekda Kukar, Sunggono, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya menarik lebih banyak investasi serupa yang bisa membawa dampak positif bagi ekonomi lokal.

“Kami ingin Kukar dikenal sebagai daerah yang ramah investasi, tetapi tetap menjaga keseimbangan antara industri dan lingkungan. Sinergi antara pemerintah, investor, dan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan itu,” tandasnya. (*)

Bagikan:
Berita Terkait