Kejurkab PBSI Kutim Jadi Panggung Pembuktian Atlet Muda di Sangkulirang

Kamis, 17 September 2026 08:12 WITA

Kurawal.Id, Kutim – Persaingan para pebulutangkis Kutai Timur mulai memanas dalam Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) PBSI Kutim 2026 yang digelar di Kecamatan Sangkulirang.

Pengurus Kabupaten Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kutim memilih HB Arena Billiard & Badminton atau GOR Habibi, Desa Benua Baru, sebagai lokasi berlangsungnya kompetisi yang dijadwalkan selama tiga hari, 16 hingga 18 September 2026.

Antusiasme atlet terlihat dari keterlibatan 180 peserta yang ambil bagian dalam turnamen tersebut. Mereka terbagi ke dalam 18 kategori pertandingan yang mencakup kelompok usia dini hingga dewasa.

Kehadiran peserta dari berbagai kelompok usia membuat persaingan berlangsung cukup beragam. Sejumlah nomor tunggal putra dan putri dimainkan untuk kelompok usia dini sampai taruna, sedangkan sektor ganda mempertemukan pemain dari kategori pemula hingga dewasa.

Sistem gugur diterapkan untuk seluruh pertandingan dengan format tiga gim. Setiap gim dimainkan menggunakan sistem 21 rally point sesuai ketentuan pertandingan yang mengacu pada regulasi PBSI dan Badminton World Federation (BWF).

Ketua PBSI Kutim, Daniel Politius Sebayang, mengatakan kejuaraan tersebut menjadi bagian dari proses panjang pembinaan atlet. Menurutnya, pertandingan resmi dibutuhkan untuk mengetahui perkembangan kemampuan pemain sekaligus membentuk mental bertanding.

“Kami ingin Kejurkab ini menjadi tempat bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman sebanyak mungkin. Mereka bisa mengukur kemampuan, belajar menghadapi lawan dengan karakter berbeda dan menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan ke depan,” jelas Daniel, Rabu (16/9/2026).

Selain menjadi arena kompetisi, pelaksanaan Kejurkab di Sangkulirang juga memperlihatkan upaya PBSI Kutim dalam memperluas aktivitas pembinaan. Pemilihan lokasi di wilayah kecamatan diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih besar kepada atlet dari luar pusat kabupaten untuk tampil dalam kejuaraan resmi.

Dukungan pemerintah daerah diberikan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim. Keberadaan kompetisi tingkat kabupaten dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas olahraga sekaligus memetakan potensi atlet yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menilai pembinaan tidak cukup dilakukan melalui latihan rutin. Atlet juga membutuhkan pengalaman menghadapi pertandingan agar kemampuan teknis dan mental dapat berkembang secara bersamaan.

“Semangat olahraga harus terus dibangun sampai ke kecamatan. Kami mengapresiasi PBSI yang konsisten menghadirkan kompetisi karena dari pertandingan seperti inilah potensi atlet dapat terlihat dan kemudian dibina secara berkelanjutan,” ujar Basuki.

Basuki turut menyampaikan pesan Bupati Kutim kepada seluruh peserta agar menjadikan kejuaraan sebagai aktivitas positif. Para atlet diharapkan menjaga sportivitas dan memanfaatkan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada tingkatan yang lebih tinggi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kutim Jimmi menilai perkembangan olahraga daerah memerlukan dukungan bersama. Ia menyebut keterlibatan pihak swasta dan perusahaan menjadi salah satu unsur yang dapat membantu menjaga kesinambungan pembinaan atlet.

“Kami berharap kolaborasi antara PBSI, pemerintah, dunia usaha dan seluruh pihak terkait dapat terus berjalan. Atlet membutuhkan ruang untuk berkembang, dan kejuaraan seperti ini menjadi salah satu wadah penting agar mereka memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan sekaligus mengejar prestasi,” pungkas Jimmi.

Bagikan:
Berita Terkait