Kurawal.Id, Kutim – Kalimantan Timur kembali mengirimkan wakilnya untuk ambil bagian dalam kompetisi lari tingkat nasional. Sebanyak 15 atlet dipersiapkan tampil pada Runner PKS 81 Kilometres (RPKS 81K) yang akan berlangsung di Jakarta, 16 hingga 17 Agustus 2026.
Keberangkatan para pelari tersebut mendapat dukungan langsung dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Timur. Sebelum menuju lokasi pertandingan, seluruh kontingen mengikuti agenda pelepasan yang dipimpin Ketua DPW PKS Kaltim, Ardiansyah Sulaiman.
RPKS 81K merupakan kegiatan olahraga yang diselenggarakan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS untuk turut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Event tersebut mempertemukan pelari dari sejumlah daerah dengan tantangan lintasan yang membutuhkan daya tahan tinggi.
Kekuatan Kaltim pada perlombaan kali ini banyak bertumpu pada atlet dari Kutai Timur. Sebanyak 14 pelari merupakan putra daerah Kutim, sementara satu peserta lainnya dikirim dari Samarinda untuk melengkapi komposisi kontingen.
Keterlibatan belasan atlet tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang menguji kemampuan, tetapi juga membuka ruang bagi pelari daerah untuk menunjukkan kualitasnya di tengah persaingan atlet dari berbagai provinsi.
Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi kesiapan kontingen yang akan membawa nama Kaltim dalam kompetisi tersebut. Ia berharap penampilan para atlet mampu memberikan kebanggaan bagi daerah, terutama Kutai Timur sebagai penyumbang mayoritas peserta.
“Alhamdulillah tahun ini luar biasa, dari Kaltim totalnya ada 15 pelari yang ikut. Kita berharap mudah-mudahan ini bisa memberikan harum sedikit nama baik Kutai Timur dan Kalimantan Timur di tingkat nasional,” ujar Ardiansyah, Rabu (12/8/2026) malam.
Dalam perlombaan RPKS 81K, kemampuan individu bukan satu-satunya faktor yang menentukan hasil. Peserta juga akan berkompetisi dalam nomor relay atau estafet yang menuntut koordinasi dan pembagian tenaga secara cermat.
Tim Kaltim pun telah mempersiapkan komposisi serta pola perlombaan untuk menghadapi dua nomor tersebut. Pengaturan kekuatan dinilai penting agar setiap atlet dapat tampil maksimal sesuai peran masing-masing.
Ardiansyah mengaku optimistis setelah melihat kemampuan para pelari yang akan diberangkatkan. Ia menilai sejumlah atlet memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan posisi terbaik.
“Saya perhatikan dari para pelari, utamanya yang individu serta strategi tim relay, sepertinya kita akan mendapatkan posisi yang cukup bergengsi nantinya di Jakarta,” ujarnya.
Optimisme tersebut ditopang pengalaman para peserta. Para pelari yang masuk dalam kontingen Kaltim disebut telah terbiasa mengikuti berbagai perlombaan, termasuk kejuaraan maraton yang digelar di tingkat nasional.
Pengalaman menghadapi kompetisi sebelumnya menjadi modal penting ketika mereka harus berhadapan dengan lintasan panjang dan persaingan ketat di Jakarta.
Dengan persiapan fisik, pengalaman bertanding, serta kekompakan tim, kontingen Kaltim diharapkan mampu mencatat hasil positif sekaligus membawa nama Kutai Timur dan Kalimantan Timur semakin dikenal dalam dunia olahraga lari nasional.
“Itu semua tadi yang mereka berangkat ini memang para atlet-atlet lari semua. Bahkan mereka sudah terbiasa mengikuti berbagai event maraton nasional sebelumnya,” pungkas Ardiansyah.





